Senandung RASA Ketika hati dan otak mulai tak mampu lagi menampung rasa dan lisan tertahan untuk menyenandungkannya, maka tulisan mengambil alih untuk menyampaikannya. Menyenandungkan semua tentang Rasa...

Senin, 23 Juni 2014

Palembang!!! Part 1

Taraaaaaaaa....!!!!!!
Wooohhh,, kangen bingit sama lo blog!!! *pelukciumkecupsayangmuachmuach*
Hahaha.... Lebay ya gue. Iya nah, kangen banget gak nyoret-nyoret disini. Yang nanya juga udah banyak. Miannee *nunduk90derajat*.... Jadi, keudahlamaan gue nggak buka blog sama sekali, dikarenakan gue habis melakukan perjalanan jauh. Ceileh bahasa gue. Hahaha.... Nggak itu doang sih, gue juga abis ngalamin banyak hal selama satu minggu absennya gue cuap-cuap nggak jelas di blog.
Mmmm.... Malam ini, gue pengen cerita tentang perjalanan jauh gue dulu. Celamat membaca kakaks..
 ^_^

***

Jadi, seminggu lalu, gue pergi ke provinsi tetangga. Nggak jauh-jauh amit sih, Cuma berhubung gue pake mobil, jadinya ya jauh. 12 jam! Itu lumayan untuk bikin pantat bisulan tumbuh akar dan mungkin bisa jadi batang, dahan, daun, sampai buah. Oke, gue lebay. Tapi beneran, duduk selama 12 jam itu, menyiksa. MENYIKSA banget. Apalagi jadi supirnya. Lah ya pegel duduk, pegel nginjek rem ama kopling, pegel masukin gigi, pegel nyopotin gigi, pegel... eh bablas. Ya pokoknya nggak enak.

Selama diperjalanan pergi, ada ibu-ibu yang numpang bareng mobil gue. Ibu-ibu sama anak gadisnya. Awalnya mobil gue wangi banget. Wangi lavender. Begitu nih ibu-ibu sama anak gadisnya masuk, pertama sih bau wangi parfum yang kecium, tapi lima belas menit kemudian.... Mulai muncul bau-bau tak sedap. Mirip bauNenek buyut gue. Tahukan, bau nenek-nenek tuh bau minyak angin yang nyengat banget dan nggak lazim itu. Gue sama adek gue sempet mikir kalau itu arwah Kakek gue yang pengen ikutan jalan-jalan juga. Tapikan mustahil ya.

Bisik-bisik sama adek gue, akhirnya si adek ini jadi tumbal untuk mengendus siapakah gerangan yang punya bau. Sambil pasang muka cemberut, adek gue ngendus ke arah si anak gadis dan ibunya yang tengah tertidur lelap. Si ibu ngorok malah! Buset dah. Semenit ngendus-ngendus macam guguk nyari tulang di dalam tanah, adek gue yang manis itu noleh ke gue. Dengan muka bete, dia nunjuk ke arah si ibu yang lagi ngorok. “Dia tersangkanya!”

Ya ampun!! Gue Cuma bisa ngelus dada bareng adek gue. Gimana nggak, nih ibu sama anak nebeng sampai ke kota yang sama kayak yang gue mau datangin. OMG Helllooooowwww....!!!

Gue sama adek gue bahkan sempet bisik-bisik untuk atur rencana ngebuang nih ibu-ibu ke sungai gede yang kami lewati. Biar dimakan buaya. Tapikan, tapikan, gue sama adek gue hanyalah dua gadis belia yang imut dan berhati lembut. Mana tega mau melakukan tindak kejahatan yang nggak berperikeibuan gitu. Akhirnya, gue dan adek gue memutuskan untuk bertahan dalam ketidaksedapan bau yang harus kami hirup selama 12 jam ke depan. Dan disaat gue dan adik gue mulai membiasakan hidung dengan bau si ibu, tiba-tiba.... NTTUUTTPREETPRETTPREETetetetetetetprettetet....

Lo pada bayangin dong, bayangin coba itu bunyi apa. Bayangin!!! OMG Hellooooowwwww.......
Gue sama adek gue seketika sesak nafas dan langsung buka jendela mobil. Gilak! Benar-benar tidak berperikehidungan. Mentang-mentang gue nggak punya idung! Tapikan tetep aja. Hhaahhh.... Setelah gue sama adek gue buka jendela dan mengipas-ngipas di sekitar kami dengan heboh. Si ibu bangun. Dengan wajah tak berdosa, beliau bilang, “itu barusan bunyi apa ya, nak?”

WHAT? Gue sama adek gue hanya bisa saling pandang. Dan dalam hati mungkin menyuarakaan hal yang sama. “Itu bunyi yang berasal dari ibu sendiri! Nggak usah sok polos deh, Buuuuu!!!!!!”




Einca, 2014

Kamis, 12 Juni 2014

Interlude - Lirik lagu untuk Hanna

Pengen banget beli buku Interlude karya Kak Windry, tapi bulan ini lagi banyak banget pengeluaran. Jadi, ini postingan sebuah lirik yang aku tulis for teh giveaway. Udah kebayang sih nadanya gimana, waalaupun sendu banget. Hahaha.... Dan, semoga kalian suka lagu yang aku buat ini.
Bagi yang mau ikutan juga, silahkan cek TL-nya kak @gitaromadhona


And, this is it. Enjoy the song!

Trust Me


Wanita yang membuat jantungku selalu berdegup
Wanita yang selalu menjadi alasan untuk aku berjuang dan berusaha
Itu kamu, Hanna...

Dengarlah Hanna, dunia ini terlalu kecil jika hanya untuk ditangisi
Tersenyumlah, lupakan masa yang telah lalu
Ada banyak bahagia yang terbentang untukmu
Percayalah padaku, Hanna
Aku akan ada untukmu
Aku tak akan pernah pergi lagi

Air mata itu, izinkan aku untuk mengusapnya
Kemarilah Hanna, biarkan aku mengobati lukamu
Percalayah padaku, Hanna
Aku akan ada untukmu

I miss you again, today
Because you remain in my heart
Look at me, who loves you
Trust me...
Don't be sad
Because tears fall like this
Because tears keep falling


***


Einca, 2014

Harapan.....

Harapan....

Kalian pasti nggak asing dengan kata harapankan? Kalian semua pasti pernah punya harapan, atau sedang punya harapan. Entah itu kalian sadari atau nggak. Kalian  pahamkan sama pengertian harapan?
Kalau nggak tahu, kalian tanya aja sama Uyut Google deh. Banyak banget pengertian harapan.

Bagi gue sendiri, harapan itu adalah sesuatu yang harus diperjuangkan dan diusahakan. Harapan itu ada untuk membuat manusia lebih berusaha dan selalu berjuang dalam hidupnya. Berjuang dalam hal apapun.  Entah itu dalam hal percintaan, kerjaan, dan sebagainya. Pokoknya untuk kehidupan. Jangan pernah bilang kalau kalian nggak punya harapan, nggak berharap, atau apapun itu. Sekecil apapun itu, dari dalam diri kita masing pasti punya harapan. Sadar atau nggak.
Gue pernah ngobrol sama seseorang. Tentang harapan ini. Dia termasuk orang yang nggak percaya sama yang namanya harapan.

"Gue nggak berani berharap!"

"Kenapa?"

"Gue takut kalau harapan itu nggak kesampaian, gue ntar sakit."

"Harapan nggak akan bikin lo mati!"

Dia diam. Diam  dengan kalimat ketus gue. Iyap. Harapan nggak akan bikin siempunya harapan itu mati. Kalau kita berusaha dan berjuang untuk harapan itu. Kalaupun nanti harapan itu nggak jadi kenyataan, kita nggak akan sesakit dan sejatuh itu.

Pernah dengar cerita tentang kotak pandora? Yang di mitos-mitos Yunani itu loh. Nah, menurut mitos Yunani kuno, di dalam kotak pandora itu  dulunya ada banyak banget semua sifat-sifat alami manusia, tapioleh Dewa Zeus, beberapa dibebaskan. Lo tau, hanya ada satu yang masih bertahan di dalam  kotak itu. Harapan. Itu satu-satunya sifat dasar dalam diri manusia yang nggak akan punah dimakan waktu.
Doapun, itu juga bentuk sebuah harapan. Gue dulu pernah ngomong, "gue nggak berharap, tapi gue berdoa!". Dan temen gue yang denger ini langsung ketawa. Setelah gue renungi, pantas aja gue diketawain. Sejak kapan berdoa tapi nggak berharap. Berdoa itu yang berharap Allah mengabulkan doa yang kita panjatkan, atau minimal denger doa itulah. Hahaha....

Jadi, jangan pernah bilang lo nggak punya harapan. Nggak berani berharap. Nggak mau berharap. Percayalah, punya harapan itu indah. Hidup lo akan lebih hidup. Orang yang nggak punya harapan, pasti dia seperti mati dalam hidup. Hampa. Kosong. Abu-abu. Dan, bagaimana lagi lo perjuangin  hidup  lo kalau lo  nggak berani menghidupkan dan menggantungkan lampion  harapan!



Einca, 2014

Selasa, 10 Juni 2014

Blog. Blogging. Blogger

Blog. Blogging. Blogger.

Gue pernah baca ditempatnya siapa itu, tentang blog, ngblog dan orang-orang yang hobby ngblog, bahasa kerennya itu blogger. Disana si penulis itu bilang, "hobby ngblog itu nggak bermanfaat dan nggak mendatangkan uang. Ngblog itu kalau hanya untuk keasyikkan, sama aja lo buang waktu. Wasting your time because of blog. Nggak penting. Karena nggak bermanfaat! Pasti yang ngblog itu, adalah oraang-orang yang nggak punya kesibukan.". Gue baca tulisan ini di blog juga. Hahaha

Bagi gue pribadi, dan mungkin bagi para blogger lainnya, ngblog itu bukan sekedar hobby. Tapi, ngblog itu buat ngeluarin apapun yang ada  di dalam otak, yang nggak bisa didiskusiin sama orang lain. Ngblog itu, buat ngeluarin apapun yang jadi ganjalan di dalam otak, entah itu unek-unek, entah itu masalah pribadi yang dijadiin cerita, ataupun kisah orang lain yang kalau dishare mungkin bisa bermanfaat bagi yang baca. Nggak semua yang ngblog itu adalah orang yang nggak punya kerjaan. Banyak kok yang ngblog disela-sela waaktu kerjanya yang ribet. Ya, mungkin suntuk sama kerjaannya. Otak udah buntu, ya udah sekedar share aja di blog pribadi. Terserah orang baca atau nggak, pokoknya apa yang ganjal di otak itu keluar.

Jadi intinya, ngblog itu bukan cuma sekedar buat hobby. Blog juga bisa menghasilkan uang loh. Iyakan? Kan banyak lomba buat para blogger. Lagian, banyak juga penulis sukses yang berasal dari blog. Iyakan? So, nggak usah ngomongin para blogger tuh nggak punya kerjaan. Ngblog tuh nggak penting, sementara lo sendiri nyebarin berita itu di BLOG!

Gimana bloggers? Setuju nggak sama gue? Ini hanya sekedar pendapat sih.. ^_^




Einca, 2014

Minggu, 08 Juni 2014

Seratus Mawar Putih

Rian menatap rangkaian mawar putih yang ada di tangannya. Seratus tangkai mawar putih. Bunga favorit dia yang telah jauh disana. Bunga terakhir yang menjadi permintaan dia yang telah tenang disana. Seratus tangkai mawar putih yang dulu pernah menjadi awal sebuah kisah singkat yang manis. Kisah yang mengajarkan Rian tentang arti memiliki dan kehilangan, arti melindungi dan menjaga, arti sebuah keikhlasan dan arti sesungguhnya sebuah rasa yang disebut cinta

***

"Aku nggak mau pergi kemana-mana, aku mau disini aja. Sama kamu," ucap Kinan lirih. Matanya menatap Rian lembut, berharap lelaki yang duduk di sampingnya ini mau mengerti permintaannya.

"Tapi kamu sakit, Nan. Pergi berobat kesana itu, adalah pilihan yang baik untuk kamu. Kamu harus sembuh." Rian berkata sambil menggenggam lembut tangan Kinan.

Kinan menggeleng pelan, "aku tahu, tapi aku juga tahu mana yang paling baik untuk aku. Aku lebih pilih hidup hanya satu jam, tapi bisa sama-sama kamu dan Mama Papaku, daripada harus pergi ke tempat yang jauh dan aku harus terkurung di dalam ruangan yang aku nggak suka."

Rian terdiam mendengar kata-kata panjang dari Kinan. Sejujurnya, jauh di dalam hatinya, ia juga ingin Kinan selalu disisinya. Selalu dalam jangkauan matanya. Tapi, pergi ke Singapure ini, adalah satu-satunya kesempatan gadis yang dicintainya ini bisa sembuh.

Kinan tersenyum lemah melihat Rian yang diam termenung di sampingnya. "Hei," Kinan memegang lembut wajah Rian dan mengarahkan wajah yang diliputi mendung gelap itu kepadanya. "Aku, tahu apa yang aku mau. Kalau Tuhan memang masih memberikan aku kesempatan untuk sembuh dan baik-baik saja, mau dimanapun aku, aku pasti akan sembuh."

Rian menghela nafas panjang. Digenggamnya tangan Kinan yang masih menempel dipipi kanannya. Lembut, tangan itu begitu lembut. Rian selalu menyukai setiap kali Kinan menyentuh wajahnya seperti ini. Seberat apapun masalah yang tengah dihadapinya, seolah luruh bersama belaian lembut ini.

"Aku bener-bener nggak mau kamu kenapa-napa. Aku mau kamu sembuh." Ucap Rian pelan. Matanya menatap manik coklat mata Kinan, memohon. "Aku mau kamu sembuh, Kinan."

Lagi, Kinan tersenyum mendengar ucapan Rian. "Kamu tahu, setiap hidup ituselalu ada pilihan yang sulit pilihan. Dan ini pilihanku. Pilihan untuk tetap disini, berobat disini dan dekat sama kamu juga keluargaku. Aku nggak mau, mati sendirian tanpa kalian. Percayalah, apapun hasilnya nanti, itu kehendak Tuhan yang paling baik."

Rian terdiam. Sesaat kemudiaan ia mengangguk pelan. Dadanya serasa sesak dan pelupuk matanya mulai menghangat. Sekuat tenaga Rian berusaha untuk memasang seulas senyum untuk gadis ini dan menelan kembali bening yang menggenang di pelupuk matanya. Dia tahu, dia tak akan pernah menang berdebat dengan Kinan dan Rianpun sadar, kata-kata Kinan ada benarnya. Dan melihat senyum lebar yang menghiasi wajah gadis itu sesaat setelah ia menganggukkan kepalanya, Rian merasakan kehangatan di dadanya yang tadi sesak. Ya, senyum itu, hanya senyum itu yang ingin selalu Rian lihat di hari-harinya. 

"Terima kasih," Kinan benar-benar tersenyum senang dan ada kelegaan yang terpancar di wajahnya. "Aku pengen ada banyak mawar putih. Seratus aja. Cukup seratus. Bisa nggak?" Kinan menatap Rian, berharap.

Kening Rian berkerut. "Seratus mawar putih?" Tanyanya bingung.

Kinan mengangguk. "Seratus mawar putih. Seperti dulu, waktu pertama kita ketemu. Karena seratus mawar putih itu."

Rian tersenyum. Ia tak akan pernah lupa saat pertama kali ia dan Kinan bertemu. Semua karena seratus tangkai mawar putih. Rian mengangguk dan mengusap puncak kepala Kinan lembut, lalu membawa gadis itu dalam pelukannya.

"Terima kasih karena udah ngajarin aku banyak hal. Terima kasih karena udah ngajarin aku arti sesungguhnya sebuah cinta." 

Kinan tersenyum dalam dekapan Rian. Ini adalah tempat ternyaman yang Kinan rasakan saat ini. Dalam dekap lelaki ini. Kinan selalu merasa bersyukur karena disaat terakhir hidupnya, Tuhan mendatangkan seseorang yang mampu membuatnya merasa hidup lagi. "Cinta itu, tahu dimana dan bagaimana ia seharusnya," ucap Kinan lembut. Perlahan matanya terpejam. Damai dalam dekap dunianya. Damai dalam dekap kasihnya.

***

Rian mengusap bening yang menetes di kedua pipinya. Sesaat kemudian ia tersenyum sambil berjongkok di depan sebuah gundukan tanah yang masih basah dan bertabur kelopak-kelopak bunga yang masih segar.

"Hai, Kinan. Kamu bahagia? Aku datang, bawa permintaan terakhir kamu."  Kata Rian sambil meletakkan rangkaian seratus mawar putih yang dibawanya. "Maaf karena aku menangis. Aku menangis bukan karena menyesali yang terjadi. Aku menangis karena aku mencintaimu. Tenanglah disana. Aku baik-baik saja." Lalu Rian memejamkan matanya sejenak, melantunkan rangkaian doa untuk Kinan.

Lima menit Rian terdiam dalam doanya. Lima menit Rian mengenang semua kisah manis yang telah diberikan Kinan disela-sela perjuangan gadis itu untuk bertahan hidup. Dan akhirnya Rian tersenyum lebar saat matanya terbuka. Iya, sesuai permintaan Kinan, Rian baik-baik saja dan tetap bahagia. Baik-baik dan bahagia dengan tetap memegang dan mengingat semua kisah yang ada. Dan Rian tahu, kalau Kinan tak akan pergi kemana-mana. Selalu, gadis itu akan selalu ada bersama bayangnya.





Einca, 2014



Jumat, 06 Juni 2014

TUGAS!!!

Tugaaasss!!!!

Aaaaaaakkkkkkk......!!!!
Iya nih, tugas gue numpuk. Ya ampuunn...
Jadi ceritanya, besok itu UAS, dan para dosen tercinta yang syalala banget itu, dengan teganya ngasih tugas numpuk senumpuk-numpuknya. Nggak peduli mahasiswanya ini lagi galau atau apa, pokoknya sewaktu UAS, tugas dikumpul.

OMG Hellooooooowwww......
Dan sekarang, di rumah gue, di ruang tamu gue, ada dua temen gue yang ikutan begadang ngerjain tugas. Emmm.... Nggak semua begadang sih, ada yang tidur di sofa soalnya. Cuma satu orang yang bener-bener ngerjain, sementara gue, hahaha.... Mainan blog! Yeah, great!

Entah emang gue yang begok, atau gue yang kelewat males. Otak gue burem liat kertas-kertas yang berisi deretan angka-angka setan itu. Sama sekali gue nggak kepikiran satu jawabanpun. Jangankan kepikiran, kelintas aja nggak. Satu-satunya yang kepikiran sama gue sekarang yaitu, gimana caranya gue bisa tidur saat ini juga! Ngantuk! Tapi gimana mau tidur, lah tugasnya kelar seperempat aja belum tuh loh... Hahahaha...

Dan, semua tugas-tugas nyebelin itu, gue hibahkan dengan bahagia ke temen gue yang makasih banget ya Allah, malam ini otaknya jalan. Jadi, bagian gue cuma ngprint-ngeprint dan googling-googling. Yeah, bener-bener bagian yang adil. Muahahahahaa....

Tugaass oohhh tugaaass.... Kamu membuat malamku yang seharusnya tak panjang menjadi sangat-sangat panjang...

NB: Tolong jangan tiru kelakuan gue ya temanstemans.... Gue dapet predikat gila udah dari jaman dahulu kala, jangan sampai kalian ikutan juga! ^_^

 Einca, 2014

Selasa, 03 Juni 2014

Move On!!!

Sumber gambar: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIQL_jEH7bi3o58MRrH5MHe7o4Z7PFTmmfFHrzCYikQg9yksjno3Iz6oLdmHtrcDHhsiyBV7khZvS8r2G1OGrARN6qt-NDyhTuDIT5Vwmzt22TPHFdpMp54yPLcJroKJMmAvNJGUu6QFH7/s1600/move-on-(www.zootodays.blogspot.com)2.jpg



Move on!!!

Iya move on. Pada tahu move on kan? Sering denger kata move on kan? Atau malah lo orang yang sering ngomongin kata "move on" itu sendiri? 
Iyap, kalimat "move on dong maaannn!!!", "move on dong brooo!!!", "move on dong sist!!!", dan lain-lain. Nah, baru-baru ini gue juga abis nyuruh orang lain buat move on. Move on dari kekasih hatinya yang telah pergi jauh entah kemana. Hahahaha

Move on itu penting. Penting banget. Lo nggak mungkin seumur hidup mau stuck di posisi yang sama terus-terusankan? Hidup tuh berjalan terus, kalau lo tetap stuck, nggak move, lo ketinggalan jauh banget dan lo nyia-nyiain hidup. Move on itu, bukan berarti kita ngelupain bener-bener ngelupain semuanya. Bukan berarti kita ngelupain masalah yang pernah ada itu. 
Contohnya aja dalam hal percintaan. Ketika kekasih hati yang lo cinta pergi ninggalin lo, pasti rasanya sakit bangetkan? Kalau bener-bener cinta, pasti bakal nangis dulu rada semingguan, atau malah sebulanan. Tapi nggak mungkin gitu teruskan? Lo bisa mati kalau setiap hari cuma nangis dan nginget dia yang tercinta itu. 
Lo mesti move on. Lupain dia yang tercinta itu dan melangkah ke yang baru. Bukan berarti lo harus musuhin kekasih hati lo itu, bukan berarti juga move on lo itu dengan langsung cari kekasih hati baru. Itu bisa jadi lo cuma nyari pelarian doang.

Sakit itu, memang nggak bisa dihapus gitu aja. Semua kenangan itu, juga nggak bisa dihilangkan begitu aja. Nggak apa-apa kalau di hati lo masih tetap dia yang lo cinta. Tapi, hidup itu tetap harus maju dan berjalan ke depan. Biarin yang dicinta itu tetap ada di hati dan dikenang yang manis-manisnya, hingga suatu hari nanti lo ketemu dengan orang yang bisa menggantikan posisi yang tercinta itu dihati lo.

Move on!!!
Apapun itu, dalam hidup ini, lo harus selalu berpindah. Move. Jalan terus. Nggak boleh stuck, nggak boleh diam di tempat. Karena hidup itu nggak diam. Hidup itu berjalan dan terus berjalan tanpa peduli tentang makhluk yang ada di dalam kehidupan itu.

Yoyoyoooo para galaueeeerrrsss..... MOVE ON!!!
PiiissLoopp'nGaooll... ^_^



Einca, 2014

© Airalaks, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena